kutuliskan surat untuk temanku
semua yang aku kenal
yang aku tak tahu
semua temanku
kami duduk dalam kamar ini
menatap untaian awan putih
latar langit jingga
bersama hembusan angin
yang segarkan hati kami
sesaat datang kawan
melengkapi kekurangan
bersama hujan rintik
beri kami senyuman
kumpulan pemikir bangsa
bercengkerama akan realita yang ada
hidupkan mimpi-mimpi
melayang ke seluruh dunia
pembicaraan tak ada habisnya
satiap waktu
setiap saat
bersama kartu
dan seteko penghangat badan
tempat yang tak terlupa
dimana kami curahkan hati
pendewasaan diri kami
tuk raih impian
hujan yang tak kunjug henti
menahan ddiri kami
hati kami.....
tawa yang tak pernah habis
hanya karena kami bersama
aku bangga bersama kalian habiskan hari-harikau
aku puas mengenal hati kalian
hari2 yang tak pernah sepi
terisi oleh tawa kalian
aku bahagia bersam kalian
A K U
B A H A G I A.......................................
Minggu, 21 Maret 2010
Minggu, 07 Maret 2010
sore ini mentari bersinar cerah
warna sinarnya jingga tua
melapisi setiap kehidupan di dunia ini
membawa ke dalam gelapnya malam
angin semilir berembus
menerpa wajahku hamburkan rambutku
diatas karang aku duduk menatap perginya sang fajar
seakan ditelan bumi
daun-daun berguguran
menyambut bumi
menari-nari
melayang
mentari tak kunjung pergi
seakan waktu berhenti
daun-daun berhenti di udara
dan baru aku sadari waktu memang berhenti
aku tak bisa berkata apa-apa
diam dan membisu
hanya udara yang dingin yang aku rasakan
diam dan membisu
sesaat pikiranku kosong
tanpa kusadari disampingku duduk seorang perempuan
menatap mataku dan mencium bibirku
dengan cinta
kehangatan yang luar biasa merasuki seluruh tubuhku
masuk kedalam relung-relung hatiku
menbakar semangatku
terbitkan senyumku
aku lepaskan ciumannya
kutatap matanya
mata yang sangat indah
berwarna hitam legam dan bening
pipinya yang merona
dan bibirnya yang tipis membuat ku jatuh cinta padanya
kembali kutatap sang mentari
dia memelukku dengan erat
aku geggam tangannya
kami bersama menikmati tenggelamnya mentari
aku mencintainya da aku berharap selamanya
warna sinarnya jingga tua
melapisi setiap kehidupan di dunia ini
membawa ke dalam gelapnya malam
angin semilir berembus
menerpa wajahku hamburkan rambutku
diatas karang aku duduk menatap perginya sang fajar
seakan ditelan bumi
daun-daun berguguran
menyambut bumi
menari-nari
melayang
mentari tak kunjung pergi
seakan waktu berhenti
daun-daun berhenti di udara
dan baru aku sadari waktu memang berhenti
aku tak bisa berkata apa-apa
diam dan membisu
hanya udara yang dingin yang aku rasakan
diam dan membisu
sesaat pikiranku kosong
tanpa kusadari disampingku duduk seorang perempuan
menatap mataku dan mencium bibirku
dengan cinta
kehangatan yang luar biasa merasuki seluruh tubuhku
masuk kedalam relung-relung hatiku
menbakar semangatku
terbitkan senyumku
aku lepaskan ciumannya
kutatap matanya
mata yang sangat indah
berwarna hitam legam dan bening
pipinya yang merona
dan bibirnya yang tipis membuat ku jatuh cinta padanya
kembali kutatap sang mentari
dia memelukku dengan erat
aku geggam tangannya
kami bersama menikmati tenggelamnya mentari
aku mencintainya da aku berharap selamanya
Langganan:
Postingan (Atom)