sekali lagi jauh
berbeda dengan yang dulu
kini sangat jauh
amat jauh
sesekali hanya menatapnya saja
dan tak mampu menyentuhnya
ntah apa yang terjadi
semua berbalik begitu saja
semua yang kubangun runtuh begitu saja tanpa syarat
hanya tinggal puing
batu2 berserakan
lumut mulai tumbuh........
kini aku hanya bisa merindunya
aku begitu mencintainya
bukan tak menerima apa yang terjadi
tapi memmang mencintainya
mencintai seperti baru knal
pertama bertemu
yang membawa degup jantung yang keras
aku gugup saat bersamanya
namun semua berkata lain
ada yang alin dalam hatinya
dan pintunya tertutup
kini aku hanya menanti mencoba mengetuk pintu
hingga terbuka..........
Selasa, 21 September 2010
Rabu, 09 Juni 2010
rindu
alunan musik itu tak kunjung berhenti
mendengung terus dan terus dalam telingaku
membawaku dalam suasana harmoni
keindahan masa lalu
terekam jelas nafasmu dalam otakku
senyummu yang tak pernah lupa hiasi wajahmu
tatpn matamu yang menujam jantungku
hangat dirimu tatkala aku disampingmu
lamunanku buyar seketika
saat suara mobil itu menderu
aku sadar engaku jauh dijakarta
berkumpul dalm keluarga
ahhhh rinduku akan kedatanganmu
rinduku akan hangat hatimu
aku merindumu
merindumu
mendengung terus dan terus dalam telingaku
membawaku dalam suasana harmoni
keindahan masa lalu
terekam jelas nafasmu dalam otakku
senyummu yang tak pernah lupa hiasi wajahmu
tatpn matamu yang menujam jantungku
hangat dirimu tatkala aku disampingmu
lamunanku buyar seketika
saat suara mobil itu menderu
aku sadar engaku jauh dijakarta
berkumpul dalm keluarga
ahhhh rinduku akan kedatanganmu
rinduku akan hangat hatimu
aku merindumu
merindumu
Minggu, 21 Maret 2010
surat untuk temanku
kutuliskan surat untuk temanku
semua yang aku kenal
yang aku tak tahu
semua temanku
kami duduk dalam kamar ini
menatap untaian awan putih
latar langit jingga
bersama hembusan angin
yang segarkan hati kami
sesaat datang kawan
melengkapi kekurangan
bersama hujan rintik
beri kami senyuman
kumpulan pemikir bangsa
bercengkerama akan realita yang ada
hidupkan mimpi-mimpi
melayang ke seluruh dunia
pembicaraan tak ada habisnya
satiap waktu
setiap saat
bersama kartu
dan seteko penghangat badan
tempat yang tak terlupa
dimana kami curahkan hati
pendewasaan diri kami
tuk raih impian
hujan yang tak kunjug henti
menahan ddiri kami
hati kami.....
tawa yang tak pernah habis
hanya karena kami bersama
aku bangga bersama kalian habiskan hari-harikau
aku puas mengenal hati kalian
hari2 yang tak pernah sepi
terisi oleh tawa kalian
aku bahagia bersam kalian
A K U
B A H A G I A.......................................
semua yang aku kenal
yang aku tak tahu
semua temanku
kami duduk dalam kamar ini
menatap untaian awan putih
latar langit jingga
bersama hembusan angin
yang segarkan hati kami
sesaat datang kawan
melengkapi kekurangan
bersama hujan rintik
beri kami senyuman
kumpulan pemikir bangsa
bercengkerama akan realita yang ada
hidupkan mimpi-mimpi
melayang ke seluruh dunia
pembicaraan tak ada habisnya
satiap waktu
setiap saat
bersama kartu
dan seteko penghangat badan
tempat yang tak terlupa
dimana kami curahkan hati
pendewasaan diri kami
tuk raih impian
hujan yang tak kunjug henti
menahan ddiri kami
hati kami.....
tawa yang tak pernah habis
hanya karena kami bersama
aku bangga bersama kalian habiskan hari-harikau
aku puas mengenal hati kalian
hari2 yang tak pernah sepi
terisi oleh tawa kalian
aku bahagia bersam kalian
A K U
B A H A G I A.......................................
Minggu, 07 Maret 2010
sore ini mentari bersinar cerah
warna sinarnya jingga tua
melapisi setiap kehidupan di dunia ini
membawa ke dalam gelapnya malam
angin semilir berembus
menerpa wajahku hamburkan rambutku
diatas karang aku duduk menatap perginya sang fajar
seakan ditelan bumi
daun-daun berguguran
menyambut bumi
menari-nari
melayang
mentari tak kunjung pergi
seakan waktu berhenti
daun-daun berhenti di udara
dan baru aku sadari waktu memang berhenti
aku tak bisa berkata apa-apa
diam dan membisu
hanya udara yang dingin yang aku rasakan
diam dan membisu
sesaat pikiranku kosong
tanpa kusadari disampingku duduk seorang perempuan
menatap mataku dan mencium bibirku
dengan cinta
kehangatan yang luar biasa merasuki seluruh tubuhku
masuk kedalam relung-relung hatiku
menbakar semangatku
terbitkan senyumku
aku lepaskan ciumannya
kutatap matanya
mata yang sangat indah
berwarna hitam legam dan bening
pipinya yang merona
dan bibirnya yang tipis membuat ku jatuh cinta padanya
kembali kutatap sang mentari
dia memelukku dengan erat
aku geggam tangannya
kami bersama menikmati tenggelamnya mentari
aku mencintainya da aku berharap selamanya
warna sinarnya jingga tua
melapisi setiap kehidupan di dunia ini
membawa ke dalam gelapnya malam
angin semilir berembus
menerpa wajahku hamburkan rambutku
diatas karang aku duduk menatap perginya sang fajar
seakan ditelan bumi
daun-daun berguguran
menyambut bumi
menari-nari
melayang
mentari tak kunjung pergi
seakan waktu berhenti
daun-daun berhenti di udara
dan baru aku sadari waktu memang berhenti
aku tak bisa berkata apa-apa
diam dan membisu
hanya udara yang dingin yang aku rasakan
diam dan membisu
sesaat pikiranku kosong
tanpa kusadari disampingku duduk seorang perempuan
menatap mataku dan mencium bibirku
dengan cinta
kehangatan yang luar biasa merasuki seluruh tubuhku
masuk kedalam relung-relung hatiku
menbakar semangatku
terbitkan senyumku
aku lepaskan ciumannya
kutatap matanya
mata yang sangat indah
berwarna hitam legam dan bening
pipinya yang merona
dan bibirnya yang tipis membuat ku jatuh cinta padanya
kembali kutatap sang mentari
dia memelukku dengan erat
aku geggam tangannya
kami bersama menikmati tenggelamnya mentari
aku mencintainya da aku berharap selamanya
Kamis, 11 Februari 2010
Hari hari aku lewati
dalam kesepian dan sunyi
meratapi hati....
menegak racun dalam hati
hingga kutemukan hati yang murni
penawar racun sepi abadi
kan kuambil dan kupeluk
tak pernah aku lepas
takkan......pernah....
hati yang hidup dan menghidupi
membuka nirwana didunia fana ini
walaupun perang terus berkecamuk
tegapkan jiwa mantapkan hati
hadapi hidup , hidup ini
karena disana menanti
hati yang murni
dalam kesepian dan sunyi
meratapi hati....
menegak racun dalam hati
hingga kutemukan hati yang murni
penawar racun sepi abadi
kan kuambil dan kupeluk
tak pernah aku lepas
takkan......pernah....
hati yang hidup dan menghidupi
membuka nirwana didunia fana ini
walaupun perang terus berkecamuk
tegapkan jiwa mantapkan hati
hadapi hidup , hidup ini
karena disana menanti
hati yang murni
Mimpi-mimpi
aku bermimpi bertemu gadis
tak terukur indahnya
hanya kesempurnaan yang ada
namun itu hanya mimpi
bagai asap dupa nan wangi
wangi yang membuaikan hidungmu
saat sang bayu berembus hilang sudah wanginya
tanpa bekas tanpa jejak
Mimpi mimpi............
mimpi dia yang rindu akan cinta
yang tak tahu dimana
mimpi-mimpi bagai dupa nan wangi
buat hayalmu melayang jauh
namun mimpi tetap mimpi
harapan yang tak pernah mati
tak terukur indahnya
hanya kesempurnaan yang ada
namun itu hanya mimpi
bagai asap dupa nan wangi
wangi yang membuaikan hidungmu
saat sang bayu berembus hilang sudah wanginya
tanpa bekas tanpa jejak
Mimpi mimpi............
mimpi dia yang rindu akan cinta
yang tak tahu dimana
mimpi-mimpi bagai dupa nan wangi
buat hayalmu melayang jauh
namun mimpi tetap mimpi
harapan yang tak pernah mati
Rabu, 27 Januari 2010
Tak Semua Indah
Jenuh terus hinggapi aku
Akan kata-kata ilmu pengetahuan
Sosial yang dikata
tak sama dengan kenyataan
Pikiranku mulai melayang
Jauh ke awang-awang
menatap awan-awan
rasakan terpaan angin
tanapa sadar aku jatuh kebumi
berdebam memeluk bumi
debu-debu mengepul
diantaraku sesakkan dadaku
lamunanku buyar seketika
tersadar akan realita
dari mimpi-mimpi
angin yang sadarkanku
sadar akan kenyataan hidup
tak indah seperti diawan-awan
tak selamanya sejuk dibelai angin
tak seperti yang kita inginkan
kadang kita akan jatuh
memeluk bumi
tapi bukan itu yang buatku hidup
tapi rasa cinta,pengorbanan, dan semangat
tuk terus lanjutkan
hidup.......
yang tak selamanya indah ini
Jenuh terus hinggapi aku
Akan kata-kata ilmu pengetahuan
Sosial yang dikata
tak sama dengan kenyataan
Pikiranku mulai melayang
Jauh ke awang-awang
menatap awan-awan
rasakan terpaan angin
tanapa sadar aku jatuh kebumi
berdebam memeluk bumi
debu-debu mengepul
diantaraku sesakkan dadaku
lamunanku buyar seketika
tersadar akan realita
dari mimpi-mimpi
angin yang sadarkanku
sadar akan kenyataan hidup
tak indah seperti diawan-awan
tak selamanya sejuk dibelai angin
tak seperti yang kita inginkan
kadang kita akan jatuh
memeluk bumi
tapi bukan itu yang buatku hidup
tapi rasa cinta,pengorbanan, dan semangat
tuk terus lanjutkan
hidup.......
yang tak selamanya indah ini
Minggu, 24 Januari 2010
Jalan panjang
udara pagi ini menyengat kulitku
keringkan keringat dari dalam tubuhku
basahi luarnya
peningkan kepalaku
aku tapaki terus jalan ini
debu mengepul di udara
menempel dibadanku dan bercampur dengan keringatku
dan spasang sandal butut lindungiku dari panasnya aspal
kulihat pohon-pohon yang tumbuh
sangat jauh hingga terlihat perdu
burung bangau yang terbang melintas
mendahuluiku ke sarangnya
panas kini semakin menyengat
keringat banjiri tubuhku
hingga menetes
ke jalan yang panas ini
terus aku tapaki jalan ini
panas rumut dan aspal yang keras temaniku
menuju tujuanku
tetesan keringat menjadi jejak
dan menguap dengan cepat
awan putih yang mengambang
menertawakanku ang berjalan
dengan senyum sinis yang jelek
membuatku semakin merasa jauh jalan ini
pohon yang tadinya terlihat perdu
kini semakin besar dan nyaman
namun begitu jauh
dan sulit tuk diraih
awan yang terus ikutiku
terus mengejekku
dan jalan ini makin panas
bahkan berasap
aku harap awan itu
menjadi hitam
dan jatuhi aku dengan air
agarku punya kekuatan tuk berlari
segera sampai ketempat yang aku tuju
namun itu tak terjadi
awan tetap putih dan mengejekku
jaln makin panas dan keringat makin deras
pohon perdu tak begitu besar perubahannya
dijalan kehidupan
udara pagi ini menyengat kulitku
keringkan keringat dari dalam tubuhku
basahi luarnya
peningkan kepalaku
aku tapaki terus jalan ini
debu mengepul di udara
menempel dibadanku dan bercampur dengan keringatku
dan spasang sandal butut lindungiku dari panasnya aspal
kulihat pohon-pohon yang tumbuh
sangat jauh hingga terlihat perdu
burung bangau yang terbang melintas
mendahuluiku ke sarangnya
panas kini semakin menyengat
keringat banjiri tubuhku
hingga menetes
ke jalan yang panas ini
terus aku tapaki jalan ini
panas rumut dan aspal yang keras temaniku
menuju tujuanku
tetesan keringat menjadi jejak
dan menguap dengan cepat
awan putih yang mengambang
menertawakanku ang berjalan
dengan senyum sinis yang jelek
membuatku semakin merasa jauh jalan ini
pohon yang tadinya terlihat perdu
kini semakin besar dan nyaman
namun begitu jauh
dan sulit tuk diraih
awan yang terus ikutiku
terus mengejekku
dan jalan ini makin panas
bahkan berasap
aku harap awan itu
menjadi hitam
dan jatuhi aku dengan air
agarku punya kekuatan tuk berlari
segera sampai ketempat yang aku tuju
namun itu tak terjadi
awan tetap putih dan mengejekku
jaln makin panas dan keringat makin deras
pohon perdu tak begitu besar perubahannya
dijalan kehidupan
Aku buka buku lusuh ini
sampul bening dan kertas yang bersih
aku ambil penaku
mulai aku tuliskan ungkapan hatiku
begitu banyak yang aku rasakan
saat hidup dalam dunia fana ini
merayap menuju impian
masa depan...........
hal yang ada dihatiku
ku copy dan kucetak
dengan penaku
dalam buku ini
dan pada saatnya nanti aku ingin
semua dibaca
saat aku terbaring kaku
dalam peti matiku
sampul bening dan kertas yang bersih
aku ambil penaku
mulai aku tuliskan ungkapan hatiku
begitu banyak yang aku rasakan
saat hidup dalam dunia fana ini
merayap menuju impian
masa depan...........
hal yang ada dihatiku
ku copy dan kucetak
dengan penaku
dalam buku ini
dan pada saatnya nanti aku ingin
semua dibaca
saat aku terbaring kaku
dalam peti matiku
Langganan:
Postingan (Atom)